Mentalitas Rakyat “Banua”
“Haram Manyarah, Waja Sampai ka Puting”
Semboyan inilah yang membakar semangat rakyat Banua, yang dikumandangkan oleh seorang pahlawan nasional Pangeran Antasari. Istilah Haram Manyarah , Waja Sampai ka Puting memiliki makna pantang menyerah hingga akhir. Dari watak keras orang Kalimantan Selatan tercermin keteguhan sejati yang mendarah daging dalam sanubari orang Banjar, baik hulu maupun kuala.
Kadang mentalitas warga Kalimantan Selatan dipertanyakan hanya karena situasi yang selalu kondusif dan tenang terlepas dari suasana menegangkan dari demo, atau bentuk ekspresi aspirasi berlebihan dibandingkan propinsi lain yang ada di Indonesia. Semua ini tidak lain karena warga Kalimantan Selatan cinta damai dan ketenangan. Read the rest of this entry
Posko Seni dan Sekretariat Dewan Kesenian Kota Banjarbaru
“Dengan seni kami berbakti, dengan hati kami mengabdi, dengan rasa kami berkarya“
Sebuah slogan/ motto yang mengandung ungkapan rasa ketulusan berkarya terpampang di sebuah tempat di kawasan Minggu Raya, Kota Banjarbaru. Sebuah tempat yang tepat berhadapan dengan lapangan sepak bola Murjani ini merupakan tempat berkumpulnya para seniman, pelaku dan penikmat seni. Tempat yang juga merupakan sebuah tempat makan dan minum layaknya warung-warung yang ada di Minggu Raya lainnya ini, merupakan tempat eksistensi seniman Banjarbaru. Read the rest of this entry
Bara Api dari Utara
…………….bahkan rakyat yang tidak berdosa dibunuh kalau tidak memberitahukan Pangeran Antasari berada. Kekejaman mereka sudah melampaui batas…………
……………..selain pasukan kita yang telah ada seluruh rakyat di daerah Martapura, Tanah Laut, Marabahan dan di sepanjang Sungai Barito siap untuk menggempur pasukan Walanda. Oleh sebab itu di Banjar telah terjadi penangkapan terhadap rakyat yang dicurigai membantu perjuangan kita……………………………
Akurasi Pemasukan Nilai Sekolah
Dua tahun belakangan ini, sistem penilaian Ujian Nasional tidak didasarkan hanya pada Ujian Nasional tapi juga didasarkan pada nilai rapor dan nilai ujian sekolah. Tujuan sistem ini tentu memberikan kesempatan dan mengukur secara akurat kemampuan siswa yang tidak hanya pada ujian nasional tapi juga nilai sekolah. Tentu hal ini sangat membantu siswa dan tidak mempertaruhkan nilai siswa hanya pada ujian nasional yang belum tentu secara maksimal mengukur kemampuan siswa, karena kemungkinan nilai siswa yang pandai secara akademik dan non akademik, namun pada Ujian Nasional justru mendapatkan nilai yang rendah. Hal-hal eksternal dan internal dapat berpengaruh besar di dalam Ujian Nasional sehingga akurasi pengukuran nilai siswa tidak dapat dibebankan hanya pada Ujian Nasional. Untuk itu sekolah diminta untuk mengumpulkan nilai sekolah ke Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten masing-masing. Nilai tersebut berupa nilai rapor dari semester 7 hingga semester 11 untuk sekolah dasar sederajat. Selain nilai rapor yang dikumpulkan berdasarkan standar pelaksanaan Ujian Nasional juga dikirimkan nilai Ujian Sekolah tanpa praktik. Read the rest of this entry
Polemik SBI/RSBI SD dan SMP Berdasarkan Permendikbud No.60 Tahun 2011
(RSBI) Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional terlebih SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) merupakan sekolah yang didesain “lebih” karena merupakan sekolah yang dipersiapkan untuk menjadi sekolah unggulan dalam berbagai bidang dengan fasilitas yang tidak kalah dengan sekolah internasional. Namun pengelola RSBI tampaknya saat ini menjadi tersudut dengan munculnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Pada peraturan itu jelas disampaikan tentang penjelasan yang rinci tentang pelarangan pungutan pada sekolah dasar dan menengah pertama. Read the rest of this entry
Semalam di Mingguraya Melintas ke Tanah Huma

Setelah sukses dengan berbagai acara sastra di Banjarbaru, maka He Benyamine dan rekan mengadakan sebuah acara yang bertajuk “Semalam di Mingguraya Melintas ke Tanah Huma” untuk mengenang tiga sastrawan tersohor Kalimantan Selatan pada masanya yaitu D. Zauhiddie, Yustan Aziddin, dan Hijaz Yamani. Berikut undangan He Benyamine via facebook: Read the rest of this entry
Rekomendasi Rakornas PGRI ke-2 Tahun 2011
Berikut merupakan rekomendasi hasil dari Rakornas PGRI ke-2 tahun 2011:
Kepada Yth,
Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia
di Jakarta
Dengan hormat,
Kami beritahukan bahwa PB PGRI telah melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional ke-2 Tahun 2011 pada tanggal 8 s.d. 9 September 2011 di Gedung Guru Indonesia, Jakarta. Rakornas PGRI tersebut diikuti oleh Pengurus Besar PGRI, Badan Penasehat PB PGRI, Ketua Anak Lembaga, Badan Khusus, dan Himpunan Profesi PGRI Tingkat Pusat, dan Ketua Pengurus PGRI Provinsi seluruh Indonesia.
Memperhatikan laporan dari berbagai daerah, hasil kajian, paparan dari para pakar pendidikan, pertemuan koordinasi dengan berbagai pihak, dalam rangka mendukung terwujudnya pendidikan nasional yang bermutu, Rakornas PGRI merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: Read the rest of this entry



























