Tadarus Puisi dan Silaturrahmi Sastra Kota Banjarbaru

Tadarus Puisi 2011/ 1432 H

Tadarus Puisi, merupakan istilah religi namun sarat makna seni sastra. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dari Dewan Kesenian Kota Banjarbaru yang dilaksanakan sejak tahun 2004. Kegiatan ini merupakan kegiatan unik dan menjadi salah satu ikon kegiatan pariwisata Kota Banjarbaru selain Tanglong. Tadarus Puisi memang secara tidak langsung menjadi konsumsi terbatas dari masyarakat khususnya penikmat seni sastra, sehingga kurang memasyarakat seperti halnya Tanglong. Hal ini sudah jelas karena kegiatan ini bukan kegiatan yang semua masyarakat bisa atau dapat menikmatinya (hanya orang-orang seni).

Tadarus puisi juga menggandeng tema silaturrahmi sastra yang mempertemukan para sastrawan se- Propinsi Kalimantan Selatan. Berbagai “kontingen” dari masing-masing daerah di 13 kabupaten/ kota di Kalimantan Selatan berada di sini. Mereka bertemu dengan suka cita membawa hati silaturrahmi. Keunikan kegiatan ini adalah dilaksanakan pada malam pada bulan suci Ramadhan. Tentu kita tidak perlu bertanya lagi mengapa kegiatan ini disebut Tadarus Puisi. Kegiatan ini berlangsung sejak bukber (buka puasa bersama) hingga sahur pada dini hari.

Kegiatan ini dimulai dengan acara pembukaan yang dibuka oleh pejabat/ Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarbaru, beberapa tahun ini dibuka oleh Drs. H. Ogi Fajar Nuzuli, M.Pd, MAP (selaku Wakil Walikota Banjarbaru sekaligus Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarbaru) yang merupakan salah seorang pencetus kegiatan Tadarus Puisi ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan acara pagelaran sastra yang menampilkan berbagai seniman sastra se-Kalimantan Selatan berupa musikalisasi, pembacaan puisi, dramatisasi dan lain-lain hingga acara sahur bersama.

Hal unik lainnya dari kegiatan Tadarus Puisi ini adalah sebuah penghargaan terhadap sastrawan Banjarbaru khususnya dan sastrawan Kalimantan Selatan umumnya karena di setiap tahunnya memiliki tema yang berbeda. Tema tadarus puisi umumnya bersifat “menapak tilas” jejak sastrawan. Kegiatan ini sangat terbuka dan dilaksanakan di tempat terbuka yaitu di taman air mancur Kota Banjarbaru yang secara geografis sangat memasyarakat dengan sentuhan lembut dan syahdu dalam pengemasan penampilannya. Kegiatan ini dikemas dengan sangat terbuka pula dalam penyajiannya sehingga sangat bersifat kekeluargaan, dan para penampil bebas tampil dengan prosedur menghubungi pangatur acara. Kegiatan ini sangat menarik dan sangat bersifat positif karena bersifat religi dan manyambung tali silaturrahim antar para sastarawan.

Namun belajar dari kegiatan yang berlangsung dari tahun ke tahun, terlepas dari kegiatan administrasi di belakang acara tersebut. Secara hirarki sebaiknya dalam setiap penampilan diberikan koridor khusus yang merupakan esensial murni dari para pencetus kegiatan ini yaitu bersifat religi. Religi yang dimaksud adalah penampil sebaiknya membawakan penampilan yang berhubungan dengan unsur-unsur Ketuhanan khususnnya Islami sehingga kegiatan ini secara tidak langsung bersifat ibadah dalam arti luas terlebih dilaksanakan di Bulan Ramadhan. Memang kegiatan awal tadarus puisi sangat kental dengan nuansa Islami, namun pada perkembangannya hal ini meluas karena kegiatan ini memang sangat bersifat terbuka dan kekeluargaan sehingga menjadi bomerang dan lepas dari unsur esensial tersebut.

Alangkah lebih bijaksana jika momentum bulan Ramadhan, kita kembangkan dengan bertadarus secara Islami melalui puisi, karena Allah pun berkarya sastra melalui Al Qur’an yang merupakan Karya Yang Maha Sempurna.

About these ads

About Rudiansyah

Seorang guru sekolah dasar yang berusaha membingkai kata dalam bahasa dan menyingkap tabir makna yang tersurat pada alam maya

Posted on 20 September 2011, in Berita, Sastra, Seni. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 422 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: