Ada Apa di Taman Air Mancur?

Beberapa hari ini Taman Air Mancur Kota Banjarbaru menampilkan sesuatu yang berbeda. Taman air mancut  mengalami rehab bangunan dan sedikit modifikasi. Modifikasi tersebut bukan sekedar memperhatikan keindahan namun juga dari segi fungsional. Hal ini terlihat meskipun beberapa meja dan tempat duduk yang berada mengelilingi taman air mancur masih belum jadi 100%, tetapi beberapa remaja sudah sadar akan fungsi dan mengoptimalkan fungsi yang telah pemerintah sediakan.

Melihat dari bentuk dari modifikasi taman yang telah ada, terlihat bahwa taman air tersebut akan dijadikan sebuah area bebas WiFi. Hal ini merupakan terobosan positif yang bersifat melayani sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Berbicara tentang  hot spot dan wifi sebenarnya bukan hal baru, sebelumnya sudah pernah dilakukan di Lapangan Dr. Murjani. Namun tidak tahu mengapa lama kelamaan semua jaringan yang ada akhirnya harus menggunakan sandi.

Taman air mancur sebagai sarana rekreasi

Dalam konteks taman air mancur, selama ini memang telah menjadi sarana rekreasi sebagian masyarakat untuk bersantai. Jika kita melihat selama ini penggunaan taman air mancur digunakan oleh anak-anak didampingi orang tua sebagai rekreasi keluarga gratis menikmati keindahan taman. Selain itu, taman ini juga digunakan sebagai sarana latihan dan menuangkan ekspresi seni bagi anak-anak breaker, skate board, dan bahkan Dewan Kesenian Kota Banjarbaru juga sering melaksanakan kegiatan seni di taman ini, bahkan taman ini dijadikan area sakral dalam pelaksanaan tadarus puisi setiap tahunnya.

Tadarus puisi di Taman Air Mancur

Jika kita melihat keunggulan taman ini adalah berupa air mancur yang melintasi bola dunia yang juga menjadi sentrisme dari Kota Banjarbaru dipinggiran Jalan A.Yani. Nuansa lembut nan meriah menambah suasana syahdu dan romantis dalam buaian gemercik air yang terus mengucur dari tengah kolam dengan permainan lampu sebagai latarnya. Kemasan taman air mancur selama ini telah dilakukan rehab kecil dengan pergantian warna dan lampu. Dewasa ini taman air mancur tampil dalam kemasan tenang nan lembut dalam taburan warna merah muda.

Beberapa hari ini di penggiran tiap sudut taman air mancur muncul bangunan yang layaknya sebuah tempat duduk. Tempat duduk yang juga menyediakan meja menempelkan gambar salah satu operator layanan seluler. Sebuah kemungkinan melihat modifikasi rehab yang ada, kemungkinan pemerintah Kota Banjarbaru bekerjasama dengan operator layanan seluler tersebut bekerjasama untuk menyediakan layanan wifi atau hot spot gratis. Jika hal ini memang benar adanya, maka penulis memberikan apresiasi terhadap kemajuan ini. Banjarbaru yang memiliki 5 dimensi kota dan salah satunya adalah sebagai Kota Pendidikan. Layanan internet gratis merupakan salah satu aspek yang mendukung aspek tersebut. Selama ini terlihat, hampir di setiap cafe, warung sudah menyediakan hot spot gratis, maka wajar jika tempat umum juga disertai layanan internet gratis. Keputusan yang tepat jika layanan internet gratis tersebut berada di taman air mancur, karena selain sebagai sentrisme kota tetapi tempat tersebut memiliki dimensi kerindangan namun terbuka.

Sebagai kota pendidikan, alangkah lebih bijaknya lagi jika internet bukan hanya menembus pada fasilitas umum tetapi juga sampai ke sekolah. Hal ini sangat realistis karena kawasan di Kota Banjarbaru bukanlah kawasan yang luas dan relatif merupakan kawasan yang mudah dijangkau. Selama ini internet telah menembus pada kawasan jenjang sekolah lanjutan atas, kejuruan, dan lanjutan pertama. Bahkan masih ada sekolah lanjutan pertama yang tidak memiliki laboratorium komputer. Terlebih untuk sekolah dasar, hanya beberapa sekolah favorit, rintisan berstandar internasional dan nasional saja yang memiliki laboratorium komputer, namun belum tahu apakah memiliki akses internet atau tidak. Jika memungkinkan, sekolah yang diselenggarakan pemerintah yang berdasarkan  Permendikbud Nomor 44 tahun 2012 yang sumber dananya hanya berada pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memberikan pembangunan layanan akses internet ke setiap sekolah yang ada di Kota Banjarbaru.

Dalam pendidikan dewasa ini, pembelajaran berbasis TIK bukan hal yang tabu, dan bahkan beberapa program pemerintah propinsi sudah mengarah ke pembelajaran modern dan berbasis TIK, seperti sistem intranetPSB dan kelas maya. Sebuah pondasi awal semua itu dapat terealisasi dengan dibangunnya layanan internet di semua sekolah Kota Banjarbaru. Pertanyaannya siapakah yang sanggup memanfaatkan kesempatan dalam melakukan terobosan ini? Apakah pemerintah pusat, propinsi atau kota? Karena pembangunan akses internet akan membangun kondisi awal yang juga akan mengkondisikan para pendidiknya untuk “dipaksa” tidak gagap teknologi dalam pembelajaran. Jika Kota Banjarbaru dapat mengoptimalkan langkah awal dalam pembelajaran TIK ini maka menyempurnakan dimensi Kota Banjarbaru sebagai Kota Pendidikan. Bola diserahkan kepada pemerintah.

About these ads

Tentang Rudiansyah

Seorang guru sekolah dasar yang berusaha membingkai kata dalam bahasa dan menyingkap tabir makna yang tersurat pada alam maya

Posted on 24 Juli 2012, in Berita, Opini, Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 345 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: