Seminar Nasional Perspektif Kurikulum 2013

IMG01553-20130216-0929

BANJARBARU- Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Selatan mengadakan seminar dalam skala nasional. Seminar ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Februari 2013 di aula LPMP Kalimantan Selatan dan diikuti oleh guru di Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan Kota Palu, dan LPMP Bengkulu. Seminar ini dilaksanakan untuk memberikan kesan awal sebelum diberlakukannya kurikulum 2013 pada Juli mendatang.

IMG01554-20130216-0958

Moderator Prof. Suratno

Acara dimulai pada pukul 09.00 WITA dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dan dilanjutkan dengan laporan dari panitia pelaksana yang disampaikan oleh Bapak H. Anshari Ahmad. Seminar sendiri dibuka oleh Kepala LPMP Kalimantan Selatan Bapak Dr. Abdul Kamil Marisi.

IMG01557-20130216-1007

Dr. Rusman, M.Pd

Acara ini dimulai dengan panyampian materi oleh Dr. Rusman, M.Pd dari UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) dan tim proyek pengembang kurikulum. Seyogyanya yang diminta hadir adalah Prof Syawal Gultom, M.Pd selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED), namun karena beliau sedang diminta untuk melakukan tugas negara maka digantikan oleh Bapak Dr. Rusman, M.Pd yang ikut serta dalam pengembangan kurikulum 2013.

Pada penyampaian materi dari Dr. Rusman, M.Pd yang bertindak sebagai moderator adalah Prof. Suratno dari FKIP UNLAM. Pada penyampaian beliau menyampaikan dasar pelaksanaan kurikulum 2013 adalah rencana pengembangan jangka menengah yang diproyeksikan untuk melakukan perbaikan dan pembaruan terhadap kurikulum yang telah ada. Pembaharuan yang dimaksudkan berupa pengemasan integratif pembelajaran pada usia SD dan silabus bersifat terpusat/ disediakan oleh pusat sebagai standar utama di dalam pembelajaran di kelas sehingga guru tinggal mengemas rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi beban administrasi bagi guru. Selain itu, perubahan yang nyata terlihat dari mata pelajaran PKN menjadi PPKN serta pengemasan mata pelajaran yang  dikurangi sehingga terdiri dari:

  1. Pendidikan Agama,
  2. PPKn,
  3. Matematika,
  4. Bahasa Indonesia,
  5. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan,
  6. Seni Budaya

8283313132_9be0da7b96_z

Mata pelajaran pada kurikulum 2013 memiliki porsi A,B,C yang merupakan sebagai pembeda strata mata pelajaran esensial dan tambahan. Di akhir penyampaiannya dilakukan seasion tanya jawab.

IMG01558-20130216-1207

Zainal Panani, M.Pd dan Dr. Abdul Kamil Marisi

Penyaji materi berikutnya adalah Bapak Zainal Panani, M.Pd dari widyaiswara LPMP Kalimantan Selatan yang menyampaikan tentang Permodelan Implementasi Kurikulum 2013. Beliau menekankan pada pengkondisian pembelajaran yang akan dilaksanakan pada kurikulum 2013 dengan metafora “siawa jangan diberi ikan, tetapi siswa diberi kail untuk mencari ikan sendiri”. Beliau juga menyampaikan bahwa siswa di dalam pembelajaran diharapkan akan mengarah kepada 5 discovery skill (keterampilan menemukan), yaitu:

  1. mengamati
  2. menanya
  3. mencoba
  4. menalar
  5. berkolaboasi

Pemateri lainnya adalah Dr. Abdul Kamil Marisi selaku Kepala LPMP Kalimantan Selatan yang menyampaikan tentang dinamika kurikulum. Beliau memberikan materi sekaligus motivator tentang prediksi keadaan Indonesia paad tahun 2035 yang memiliki usia muda terbanyak di dunia. Kesempatan ini berada di tangan pendidikan untuk menentukan kemajuan bangsa pada momentum tersebut. Untuk itu, pengkondisian pendidikan yang berkompeten akan mengarahkan pada tujuan yang maksimal sebagai modal pembangunan bangsa Indonesia. Namun hal ini akan berbanding terbalik jika dilakukan dengan sebaliknya yang justru akan menjerumuskan bangsa Indonesia ke dalam keterpurukan karena akan menjadi beban pembangunan. Pada penyampaian materi yang dilakukan oleh Bapak Zainal Panani,M.Pd dan Dr Abdul Kamil Marisi yang bertindak sebagai moderator adalah Bapak Subroto, M.Ed

IMG01560-20130216-1254

Pada kesempatan akhir juga disampaikan tentang terobosan dari LPMP Kalimantan Selatan yang bekerjasama dengan  Telkomsel untuk memudahkan komunikasi untuk para guru. Melalui sistem CUG guru bersama telkomsel maka supervisi oleh kepala sekolah dapat dilakukan secara seluler yang dapat terkoneksi ke LPMP dan Dinas Pendidikan setempat. Selain itu dapat mengintegrasikan komunikasi guru-guru hanya dengan biaya abonamen Rp50.000. Acara seminar diakhiri dengan makan bersama pada pukul 13.30 WITA.

Semoga seminar ini memberikan informasi awal sebagai bekal penyesuaian guru terhadap kurikulum 2013  yang akan dimulai pada tahun ajaran Juli mendatang. Anda sudah siap?

Materi dapat diunduh di bawah ini

Tulisan lainnya:

About these ads

Tentang Rudiansyah

Seorang guru sekolah dasar yang berusaha membingkai kata dalam bahasa dan menyingkap tabir makna yang tersurat pada alam maya

Posted on 16 Februari 2013, in Berita, Pendidikan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 334 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: