Puisi yang Dilombakan pada Lomba Baca Puisi Tingkat SD/MI se-Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar PGSD UPP Banjarbaru Tahun 2013

1. Puisi Wajib

Baca Tulis

Karya Nur Wachid

Senja meradang kerinduan

Goresan pena menyayat kalbu

Tangisanku tak membuat pilu

Hei .. wahai pemimpinku

Pandanglah aku yang kusut ini

Duduk di sekolah ku tak bisa

Bagaimana ku tak bisa bodoh ?

Hiduppun beralas tanah

Tidurpun beratap langit

Ahhh,….

Bosan ku tak dapat membaca

Bingung ku tak dapat menulis

Seandainya ada pemimpin menangis

Pasti ku dapat baca tulis

 

2. Puisi Pilihan

pada suatu hari nanti

Karya Sapardi Djoko Damono

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau tak akan letih-letihnya kucari

30Jan07

Musium Perjuangan

Karya Kuntowijoyo

Susunan batu yang bulat bentuknya
berdiri kukuh menjaga senapan tua
peluru menggeletak di
atas meja
menanti putusan
pengunjungnya.

Aku tahu sudah, di dalamnya
tersimpan darah dan air mata kekasih
Aku tahu sudah, di bawahnya
terkubur kenangan dan
impian
Aku tahu sudah, suatu kali
ibu-ibu direnggut
cintanya dan tak pernah kembali

Bukalah tutupnya
senapan akan kembali berbunyi
meneriakkan
semboyan
Merdeka atau Mati.
Ingatlah, sesudah
sebuah perang
selalu pertempuran
yang baru
melawan dirimu.

PELAYARAN TUHAN

Karya Afrizal Malna

Dalam orang tak bertuhan dalam orang tak bertuhan
aku berlayar dalam tubuh tubuh sepi
terdaging di puncak puncak kediaman hening
mengeras dalam hujan hujan panjang
O, tuhan berlaut dalam keheningan nisu

pada kapal kapal kaku
bisik bisik menjauh
kata yang mengeras dalam makna
aku mengental dalam tarian sinarmu
mabok lautanmu – samudra diri
melaju
melaju kaku
ke kota kota sepi
semua tak bicara dalam sujud abadi:
diri yang terusir darimu
jadi laut tak bertepi

 

 

 

Taman Ilmu

Karya  Nur Wachid

Musim kemarau panas berkepanjangan

Musim penghujan hujan berdatangan

Itulah hebatnya dirimu

Panas hujan tetap buat kau berdiri

Kau hanya tumpukan bata merah

Tulang mu hanya dari besi

              Seindah dirimu namamu sama

              Seburuk bentukmu tak kurangi gunamu

              Kaulah taman kehidupan

              Tempat tertanam berjuta ilmu

              Bunga merekah terlahir darimu

              Hiruk pikuk pendidikan tertelan olehmu

              Tanpamu semua tampak bodoh

Alangkah indahnya …..

Jika dirimu berdiri dimana – mana

Tanpa ada beda di desa dan kota

Sayangnya kau bukan manusia

Kakimu tertanam di bumi

Tak dapat jalan kemana – mana

Sumber: pencarian google

Tulisan lainnya:

About these ads

About Rudiansyah

Seorang guru sekolah dasar yang berusaha membingkai kata dalam bahasa dan menyingkap tabir makna yang tersurat pada alam maya

Posted on 24 April 2013, in Berita, Pendidikan, Sastra, Seni and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 421 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: